(SINOPSIS) SAMPAI AKU TUTUP USIA
"
Aku tidak ingin
berputar terlalu lama pada permainan kata. Hidupku sudah cukup penuh dengan
hal-hal yang tak sempat dijelaskan satu per satu. Tapi untuk dirinya, aku akan
mencoba menyusunnya perlahan. Sebut saja aku Dika. Usiaku 28
tahun, tidak istimewa, wajahku bisa kamu temukan di antrean mana saja, di lampu
merah, di meja rapat, atau di sudut kedai kopi yang terlalu bising untuk
disebut nyaman.
Saat ini aku
menjalankan sebuah usaha keluarga di bidang pangan. Bisnis lama yang diwariskan
turun-temurun. Tapi jangan bayangkan aku hanya duduk di kursi empuk sambil
menerima hasil jadi. Aku tumbuh bersama aroma dapur, suara panci beradu, dan
malam-malam yang dihabiskan menghitung ulang angka-angka agar esok tetap bisa
berjalan.
Untuk hidup, aku tidak
kekurangan. Untuk masa depan, aku tidak khawatir. Tapi untuk hati, aku masih
mencarinya.
...
"
Sampai Aku Tutup Usia
Ditulis berdasarkan kisah nyata.
Ini bukan cerita tentang cinta yang megah.
Bukan pula tentang dua orang yang sempurna dan tanpa luka.
Ini adalah kisah tentang satu pilihan.
Tentang seorang lelaki yang tumbuh bersama waktu, jarak, dan berbagai kemungkinan. Tentang masa kecil yang sederhana, tentang pertemuan-pertemuan yang terasa biasa saja bagi dunia, namun diam-diam mengubah arah hidupnya.
Saat dewasa menawarkan banyak wajah baru dan banyak kesempatan untuk memulai ulang, ia justru dihadapkan pada satu pertanyaan yang tak pernah benar-benar selesai:
apakah hati bisa memilih hanya satu, bahkan ketika tak ada jaminan untuk memiliki?
"Sampai Aku Tutup Usia" berbicara tentang kesetiaan pada rasa, tentang keberanian untuk tetap tinggal dalam keyakinan, dan tentang cinta yang tidak selalu meminta balasan untuk tetap hidup.
Karena terkadang, yang paling sulit bukanlah menemukan seseorang, melainkan memutuskan untuk berhenti mencari selain dia.

.jpg)

Komentar
Posting Komentar