SETALI TIGA UANG
SETALI TIGA UANG
Karya : Ilham Ramadhan
Dinginnya pagi yang datang bersama hujan pagi ini menjadi pembuka
Aku memulai kata dengan sebuah pertanyaan
Ditemani segelas kopi dan secuil doa
Dengan penuh harap dapat menambal sejuta kerinduan
Sayup-sayup suara duta bersama rekan band nya juga ikut mengisi keheningan
"Cukup tangguhkah dirimu untuk selalu ku andalkan?" Lantunnya
Potongan kata yang umumnya dipakai antar manusia
Namun rasanya lebih pantas kusampaikan pada diriku sendiri saat ini
Sangat akrab rasanya hati ini dengan keraguan
Yang alamatnya bukan tertuju kepada seseorang
Namun kepada sosok yang kulihat setiap kali aku bercermin
Sayu matanya selalu membuat kalbu ini hancur
Penampilan yang secara tersirat menyampaikan pesan futur
Pikiran dan mental yang tak lagi membaur
Jika aku diberi kesempatan untuk memilih
Aku tak akan pernah mau memilih badan itu untuk ku singgahi
Sebagai penjelas atas kekecewaanku padanya
Semua usaha, langkah, pikiran dan keputusan yang diambilnya
Rasanya bahkan tak membuahkan satu pun guna
Tiada hasil yang dapat mewujudkan kelapangan dada
~~~
Jangankan mendapat secercah angan
Aku bahkan tak tahu, apakah aku sudah melewati garis awalan
Atau selama ini hanya langkah yang sebenarnya bayangan
Namun kembali netra ini melihat hujan
Aku masih percaya bahwa di ujung samudera yang selama ini aku lawan
Disana menunggu sebuah pulau berisi ketenangan
Yang siap menyambut datangnya seorang pahlawan
Yang sudah babak belur dihantam ombak celaan
Yang tubuhnya dipenuhi gores pelajaran
Yang tak bosan mengacuhkan segala pandangan
Karena ia paham, di pundaknya lah bertengger sejuta harapan
~~~
Kendati segala hal sudah di pintu ambang
Aku harus mengusahakan segala cabang doa, harap dan usaha tak terselip bumbu curang
Karena jelas sia-sia selama ini ku berjuang
Jika hasilnya setali tiga uang

Komentar
Posting Komentar